ivansini-tips-kehamilan-pregnancy-3-hal

Memasuki trimester kedua kehamilan kondisi janin sudah lebih kuat dari pada semasa kehamilan di trimester pertama. Namun, walau demikian ibu juga harus tetap waspada dalam menjaga kondisi kehamilannya. Pasalnya, masalah pendarahan masih bisa terjadi pada trimester kedua ini. walau kemungkinan terjadi kasus ini sangat kecil terjadi pada ibu hamil.

Berikut penjelasan mengenai penyebab terjadinya pendarahan di trimester kedua kehamilan:
1. Mola Hidatidosa
Mola hydatidosa atau yang secara umum dikenal dengan penyakit trofoblas / kehamilan anggur. Penyakit ini berhubungan dengan kelainan pertumbuhan plasenta. Dimana kehamilan abnormal yang tidak berbentuk janin melainkan terbentuk gelembung-gelembung seperti buah anggur (gelembung mola). Jika tidak ditangani dengan segera mola hidatidosa dapat mengakibatkan pendarahan yang terus menerus hingga dapat berpotensi menjadi penyakit trofoblas ganas. Penyakit trofoblas muncul setelah mengalami kehamilan anggur dan meningkatnya kadar HCG (Human Chorionic Gonadotropin) yakni hormone yang berkaitan dengan fungsinya mempertahankan janin menempel pada rahim ibu. Untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya hal seperti ini, ibu dapat melakukannya dengan cara menjaga asupan makanan khususnya memperbanyak asupan vitamin A, protein, serta rutin berkonsultasi dengan dokter kandungan terpercaya.

2. Inkompertensi Servik
Inkompertensi servik merupakan kondisi yang dapat menimbulkan keguguran atau kelahiran premature. Hal ini disebabkan oleh menipisnya mulut rahim sehingga tidak dapat menahan janin dan mengakibatkan kelahiran sebelum waktunya (premature). Ibu yang mengalami inkompertensi servik menyebabkan rasa nyeri yang cukup hebat. Untuk mendeteksi serta mencegah hal ini terjadi, pemeriksaan USG secara rutin sangat dianjurkan.

3. Plasenta Previa
Plasenta previa adalah kondisi dimana plasenta melekat dibagian bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh mulut rahim. Pada usia trimester kedua ini bagian bawah rahim lebih lemah, lebih tipis, karena perenggangan untuk persiapan persalinan. Kondisi plasenta previa ini menyebabkan tertutupnya jalan lahir si bayi serta mengakibatkan pendarahan selama masa kehamilan bagi si ibu. Pada kasus plasenta previa ini mengharuskan ibu mengambil operasi cesar untuk proses persalinannya kelak. gejala terjadinya kondisi ini adalah pendarahan secara tiba-tiba tanpa disertai rasa sakit, serta pendarahan yang bisa bervolume banyak atau sedikit dan tidak teratur.

Pendarahan di trimester kedua tidak selamanya berujung pada sesuatu yang buruk, karena beberapa pendarahan memang hal yang wajar. Namun untuk tindakan pencegahan dan penanganan yang tepat sangat disarankan. Untuk itu, para ibu wajib rutin berkonsultasi dengan para dokter kandungan terpercaya demi keselamatan ibu dan sang calon bayi nantinya.

© Copyright IVANSINI 2017. By accessing this website, you agree to this disclaimer.

24/7 CALL CENTER    +62-21 3192 2005