mitos-tentang-keguguran-dr-ivan-sini

Mengalami keguguran adalah suatu hal yang ingin sekali dicegah oleh siapapun.

Sehingga, mutlak adanya jika Bunda khawatir akan keguguran yang sering terjadi kepada wanita yang tengah hamil meski sedang memiliki tubuh yang sehat walafiat. Karena hal tersebut begitu sensitif dan terkadang terlalu menyeramkan untuk dibahas, ada banyak sekali mitos-mitos dan kesalahpahaman mengenai keguguran yang mungkin salah satunya Bunda ketahui.

Jika di artikel sebelumnya kita telah membahas mitos-mitos tentang kehamilan, kini giliran kami untuk membahas tentang mitos-mitos seputar keguguran dan fakta dibalik mitos tersebut:

“Jika Bunda pernah mengalami keguguran, Bunda akan mengalaminya lagi dikehamilan selanjutnya.”

Tidak sepenuhnya betul, karena kemungkinan Bunda mengalami keguguran di kehamilan kedua sama saja dengan disaat Bunda belum pernah mengalami keguguran sebelumnya. Hanya saja, setelah mengalami dua kali keguguran, resiko terjadinya keguguran memang akan bertambah sebanyak 20 persen. Setelah tiga kali keguguran, angka resiko meningkat menjadi 30 persen, dan setelah empat kali, angka resiko meningkat menjadi 40 persen. Namun Bunda tak perlu khawatir karena Bunda masih memiliki 60% kemungkinan untuk tidak mengalami keguguran meski telah mengalami keguguran sebanyak empat kali sebelumnya. Meski begitu, Bunda akan perlu bertemu dengan dokter untuk mengalami pemeriksaan setelah mengalami keguguran secara berturut-turut.

“Pendarahan ringan disertai kram adalah pertanda bahwa Bunda akan mengalami keguguran.”

Faktanya, hal-hal tersebut wajar terjadi kepada wanita di trimester awal kehamilan, sehingga Bunda tidak perlu khawatir. Disebutkan bahwa 40% dari wanita hamil mengalami pendarahan di trimester pertama, sementara kram ringan memang wajar terjadi sebagai pertanda dari bertambah besarnya volume rahim Bunda karena bayi yang bertambah besar dalam perut Bunda. Namun Bunda perlu pastikan untuk tetap melaporkan kepada dokter setiap pengalaman seperti pendarahan, kram, dan hal lainnya yang bisa membuat Bunda khawatir agar dokter Bunda bisa memonitor kehamilan Bunda secara lebih mendetil, dan tentunya untuk mencegah terjadinya kehamilan ektopik.

“Jika pernah aborsi, seorang wanita akan susah untuk bisa hamil.”

Jika Bunda pernah melakukan aborsi medikal namun ingin bisa hamil, Bunda bisa tenang karena Bunda masih bisa hamil. Hanya saja, jika Bunda pernah melakukan aborsi baik dengan obat maupun operasi sebanyak lebih dari tiga kali, disebutkan memang kemampuan rahim Bunda untuk bisa menjadikan kehamilan suatu kenyataan akan menjadi lebih rendah. Oleh sebab itu, Bunda harus menginformasikan segala hal yang perlu dokter kandungan Bunda ketahui seputar kehamilan Bunda, termasuk mengenai topik ini.

“Olahraga dapat menyebabkan keguguran.”

Tentu, olahraga berat seperti tunggang kuda, gulat, sepakbola dan lain sebagainya dapat mencelakakan janin dalam kandungan Bunda. Hanya saja, tidak semua olahraga dapat digeneralisir untuk dapat menyebabkan keguguran. Olahraga ringan seperti stretching, jalan santai, yoga ringan dan lain sebagainya justru dapat membantu Bunda menjalankan kehamilan yang sehat, dengan membantu memompa aliran darah ke seluruh tubuh dengan lebih baik dan menjaga tubuh Bunda tetap fit. Jika Bunda berencana untuk berolahraga disaat hamil, sekali lagi perlu Bunda konsultasikan dengan dokter kandungan Bunda terlebih dahulu.

Segala hal seputar kehamilan Bunda ada baiknya Bunda informasikan kepada dokter kandungan Bunda. Tak hanya sang dokter bisa membantu Bunda mengalami kehamilan yang sehat, Bunda juga bisa menjamin kesehatan Bunda dan kandungan dengan tetap bisa terhubung dengan dokter kandungan Bunda.

© Copyright IVANSINI 2017. By accessing this website, you agree to this disclaimer.

24/7 CALL CENTER    +62-21 3192 2005