tips-persalinan-yang-lancar-dr-ivan-sini

Persalinan adalah berita besar yang paling ditunggu-tunggu oleh pasangan. Namun masalah yang tidak diduga sering kali datang tiba-tiba, dan tidak mudah untuk memperkirakan masalah tersebut. Sehingga sangatlah wajar jika banyak Bunda yang merasa cemas pada saat mempersiapkan persalinan. Bagaimana prosedur persalinan nanti? Apakah akan lancar? Apakah akan menyakitkan? Akankah ada bekas yang tertinggal? Kecemasan seperti ini bisa menambah beban mental dan berdampak buruk pada calon buah bati dan Bunda.

Namun Bunda tidak perlu cemas jika sudah memahami hal apa saja yang harus disiapkan pada saat persalinan. Agar Bunda bisa memiliki persiapan yang matang sehingga persalinan lancar, berikut beberapa hal yang dapat Bunda lakukan, yaitu:

Pahami tanda-tanda persalinan

Mempelajari dan memahami tanda-tanda persalinan merupakan hal yang utama untuk mempersiapkan mental untuk menghadapi persalinan. Bunda bisa mendapatkan informasi dengan bertanya pada dokter kandungan maupun bidan, mencari informasi melalui internet, ataupun bertanya kepada teman atau kerabat yang sudah pernah bersalin.

Penuhi kebutuhan nutrisi

Memenuhi kebutuhan nutrisi jauh sebelum persalinan sangat bermanfaat untuk memaksimalkan perkembangan janin, dan juga dapat membantu jalannya proses persalinan. Misalnya, mengkonsumsi asam folat dapat mengurangi risiko kematian akibat gejala eklampsia. Selain itu, mengkonsumsi zat besi yang cukup selama kehamilan juga membantu mengurangi risiko pendarahan.

Untuk memenuhi nutrisi Bunda pada saat hamil, penting untuk Bunda mulai memerhatikan makanan yang dikonsumsi bahkan sebelum memasuki masa kehamilan. Selain itu, lengkapi juga dengan konsumsi susu ibu hamil yang mengandung Asam Folat, Zat Besi, Kalsium dan berbagai nutrisi penting lainnya.

Kesiagaaan pasangan

Persaiapan pasangan tidak kalah pentingnya untuk memperlancar jalannya persalinan. Contohnya, pasangan harus selalu siap siaga untuk mengantarkan Bunda ketika tanda awal persalinan datang. Kesiapan pasangan ini akan membuat mental Bunda lebih kuat secara langsung dan tidak langsung.

Selain itu, jangan lupa untuk mempersiapkan pakaian dan berbagai keperluan lainnya yang akan dibawa saat persalinan dalam satu tas. Hal ini akan mempermudah Bunda dan pasangan untuk membawa semua kebutuhan ketika tanda awal persalinan mulai terlihat.

Senam kehamilan

Berbagai ahli menyarankan Bunda yang sedang hamil untuk melakukan senam hamil sesuai dengan tahapannya, yaitu:

    • Tahap 1 untuk usia kehamilan 22-25 minggu
    • Tahap 2 untuk usia kehamilan usia 26-30 minggu
    • Tahap 3 untuk usia kehamilan 31-35 minggu
    • Tahap 4 untuk usia kehamilan usia 36 minggu

Senam hamil sangatlah bermanfaat untuk membuat Ibu tetap berolahraga dengan aman, dan juga dapat mempermudah proses persalinan. Saat mengikuti senam hamil, pada umumnya Bunda akan diberikan informasi seputar kehamilan dan persalinan, misalnya bagaimana cara mengatur napas selama proses persalinan agar tidak cepat lelah. Bunda juga bisa saling bertukar pikiran dengan bunda hamil lainnya sehingga dapat mengurangi kecemasan yang Bunda rasakan.

Menentukan dokter atau bidan

Bunda sudah harus menentukan lokasi bersalin sebelum memasuki semester akhir kehamilan. Bunda sebaiknya memilih lokasi yang mudah dan tidak terlalu jauh dari tempat tinggal sehingga akan memudahkan saat tanda awal persalinan datang. Setelah Bunda menentukan tempat persalinan, sebaiknya lakukan konsultasi kehamilan dimulai dari awal trimester akhir. Ini merupakan hal yang penting, agar dokter atau bidan yang Bunda pilih benar-benar memahami riwayat kesehatan dan kondisi Bunda sehingga dapat mengambil langkah tepat dan mempersiapkan persalinan dengan lebih matang.

Dengan memahami hal-hal diatas, persalinan Bunda akan berjalan lebih baik.

© Copyright IVANSINI 2017. By accessing this website, you agree to this disclaimer.

24/7 CALL CENTER    +62-21 3192 2005