ivansini-kehamilan-jakarta-tips-wanita-lifestyle-kesehatan-16

Penampilan fisik menjadi hal utama yang sangat diperhatikan oleh setiap orang, terutama wanita. Bentuk tubuh yang ideal seperti badan langsing dan proposional menjadi dambaan. Namun, seringkali yang terjadi adalah bentuk tubuh bagian abdomen (perut) yang tidak sesuai keinginan, yakni buncit atau bergelambir. Kasus tersebut biasa terjadi pada ibu yang telah melewati masa hamil dan persalinan, orang yang telah berhasil melakukan proses diet ketat namun kulit pada bagian tertentu menjadi bergelambir, gaya hidup yang tidak sehat dan sejenisnya. Kondisi tersebut tidak jarang membuat orang menjadi merasa tidak percaya diri akan bentuk tubuhnya.

Berbagai cara untuk membuat perut menjadi “rata” seperti diet ketat, rutin berolahraga, menghindari makanan junk food telah dilakukan, akan tetapi tidak sedikit yang memberikan hasil yang tidak sesuai dengan harapan. Dalam dunia medis terdapat metode bedah plastik yang dapat membuat perut menjadi “rata”.

Apa itu tummy tuck?
Tummy tuck atau secara medis sering pula disebut abdominoplasty merupakan suatu prosedur bedah plastik yang bertujuan untuk membuat perut menjadi “rata” dengan cara membuang kelebihan kulit dan lemak sekaligus mengencangkan kembali otot perut yang kendor (diastasis recti) yang biasanya diakibatkan riwayat kehamilan (seringkali riwayat kehamilan multiple).
Tummy tuck atau abdominoplasty ini merupakan salah satu prosedur yang masuk dalam ranah body contouring surgery yakni bertujuan untuk membentuk lekuk tubuh yang indah. Bahkan pada orang yang memiliki berat badan ideal pun bisa didapatkan kondisi dimana perut menonjol & menggelambir, yang dengan olahraga rutin serta pengaturan diet pun masih juga tak bisa memperoleh kondisi perut rata ideal. Pada kondisi inilah anda dapat mempertimbangkan operasi tummy tuck.

Jenis – Jenis tummy tuck
Secara umum terdapat dua jenis tummy tuck:
1. Mini tummy tuck (mini abdominoplasty)
Disebut “mini” karena luka operasinya relative pendek, tidak jauh berbeda dengan luka operasi Caesar dan posisi pusar tetap seperti semula. Apabila kelebihan kulit dan lemak hanya sebatas di bawah pusar, maka bisa dilakukan mini tummy tuck saja. Apabila disertai dengan diastasis recti, biasanya separasi/kekenduran otot juga hanya terbatas di bagian bawah saja.

2. Full tummy tuck (total abdominoplasty)
Prosedur ini diperlukan bila kelebihan kulit dan lemak sampai di atas pusar. Apabila disertai diastasis recti, separasi otot bisa didapatkan hingga keseluruhan panjang otot rectus abdomen. Luka operasi tentunya lebih panjang, bisa sampai di ujung kanan dan kiri perut. Karena banyaknya kelebihan kulit yang dibuang, maka posisi pusar pun akan disesuaikan ulang (relokasi pusar).

Kandidat Ideal tummy tuck
1. Pria maupun wanita dengan perut menggelambir, dimana terdapat kelebihan kulit dan lemak yang tak bisa teratasi dengan pengaturan diet yang baik maupun olahraga saja.
2. Bisa pula disertai kekenduran atau separasi otot rectus abdomen (diastasis recti) akibat kehamilan (pada umumnya kehamilan multipel).
3. Kelebihan kulit akibat penurunan berat badan drastis, misalnya pada individu dengan riwayat gastric by pass.
4. Berat badan normal (tidak overweight apalagi obese). Tujuan dari operasi ini adalah body contouring, membentuk lekuk tubuh dan bukan mengurangi berat badan. Pada wanita pasca melahirkan, dianjurkan untuk menunggu beberapa bulan hingga berat badan kembali normal/mendekati normal dan stabil. Padaindividu pasca gastric by pass dianjurkan untuk menunggu hingga berat badan telah stabil.
5. Tidak merencanakan untuk hamil lagi.
6. Kondisi kesehatan umum baik.

Kekeliriuan Seputar Tindakan tummy tuck
1. Prosedur ini tidak ditujukan untuk mengurangi berat badan.
2. Stretch marks tidak akan hilang dengan melakukan tummy tuck, walaupun sebagian stretch marks bisa saja ikut terbuang sebagai konsekuensi dibuangnya sebagian kulit yang menggelambir.
3. Meskipun hasil operasi ini secara teknis adalah permanen, namun hasil optimal akan terpengaruh apabila berat badan anda berfluktuasi. Apabila terjadi kehamilan setelah dilakukan tummy tuck, maka otot rectus yang telah diperbaiki akan terseparasi lagi.

Saat ini, tummy tuck sudah cukup banyak peminatnya. Di Indonesia tummy tuck sudah banyak dilakukan. RSIA Bunda Jakarta dapat membantu ibu untuk mendapatkan tubuh langsing serta perut yang “rata”kembali pasca melahirkan. Segera konsultasikan dengan dokter kepercayaan anda.

Written By : dr. Priscilla, SpBP-RE

© Copyright IVANSINI 2017. By accessing this website, you agree to this disclaimer.

24/7 CALL CENTER    +62-21 3192 2005