perubahan-fisik-selama-hamil-dr-ivan-sini

Kehamilan tidak hanya mengubah bentuk perut seorang wanita seperti yang diketahui pada umumnya, namun juga pada seluruh bagian pada tubuh dari kepala hingga ke ujung kaki. Kali ini, kita akan membahas mengenai berbagai perubahan fisik pada wanita disaat mengandung bayi.

Disaat Bunda sedang mengandung, Bunda akan mengalami berbagai perubahan-perubahan fisik, baik bentuk maupun kinerja pada tubuh Bunda, termasuk:

Mulut dan gigi

Tubuh Bunda akan membutuhkan tambahan kalsium saat sedang mengandung, dan jika Bunda tidak memberikan tubuh Bunda jumlah kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh, tubuh akan mengambil zat kalsium yang dibutuhkan dari gigi dan tulang Bunda. Tak hanya itu, hormon kehamilan juga dapat membuat gusi Bunda lebih gampang berdarah. Oleh sebab itu, Bunda bisa memeriksa kesehatan gigi dan mulut Bunda di awal kehamilan, dan tentunya tanpa sinar x-ray.

Payudara

Di masa awal kehamilan, payudara seorang wanita akan menjadi lebih empuk dan membesar. Seiring proses kehamilan berjalan, payudara akan bertambah lebih besar lagi, dimana air susu dapat keluar dari puting susu secara tiba-tiba yang dinamakan kolostrum. Selain itu, areola (kulit sekitar puting susu) akan menggelap. Pastikan bunda mengenakan pakaian dalam yang memberikan kenyamanan, dan pastikan untuk tidak terlalu sering menyentuh payudara agar mencegah rasa sakit.

Sering buang air

Kehamilan dapat membuat Bunda menjadi lebih sering ke belakang untuk buang air. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya volume darah dalam tubuh, sehingga tekanan darah membuat ginjal bekerja lebih keras dan menghasilkan air kencing lebih banyak. Di masa akhir kehamilan, rasa ingin kencing yang Bunda alami akan menjadi lebih ekstrim, dimana berat yang diberikan oleh bayi dalam kandungan meningkatkan tekanan pada ginjal yang membuat Bunda harus sering buang air.

Seringnya keram pada perut dan kaki

Konstipasi atau sembelit akan sering terjadi di masa kehamilan, lagi-lagi disebabkan oleh perubahan hormonal. Disarankan bagi Bunda untuk tidak mengejan saat buang air besar agar mencegah munculnya wasir. Keram yang terjadi pada kaki disebabkan oleh rendahnya tingkat zat besi atau kalium pada tubuh, dan biasanya akan sering terjadi pada malam hari. Bunda bisa mengatasi ini dengan melakukan peregangan sebelum tidur dan memakan makanan dengan zat besi yang tinggi seperti pisang.

Sesak nafas

Pada masa akhir kehamlian, wanita hamil bisa mengalami dispnea atau susah bernafas, disebabkan oleh besarnya bayi pada perut dapat menekan diafragma. Hal ini merupakan pertanda bagi Bunda untuk lebih banyak beristirahat dan tidak melakukan banyak aktivitas, Bunda juga perlu mencari posisi tidur yang lebih nyaman agar bisa bernafas dengan tenang.

Selain lima hal yang disebutkan diatas, ada beberapa perubahan fisik lainnya yang perlu Bunda perhatikan seperti pilek maupun hidung mampet, rasa sakit dan pegal pada otot, dan seringnya buang angin. Jika Bunda merasa tidak nyaman di masa kehamilan, jangan pernah ragu untuk menghubungi dokter untuk diperiksa.

© Copyright IVANSINI 2017. By accessing this website, you agree to this disclaimer.

24/7 CALL CENTER    +62-21 3192 2005