ivansini-kehamilan-jakarta-tips-wanita-lifestyle-kesehatan-18

Mengkonsumsi makanan yang bergizi pada saat hamil sangatlah penting, apakah berupa daging, sayuran, buah-buahan maupun susu. Tetapi harus diperhatikan kebersihannya, karena mungkin bahan-bahan makanan tersebut mengandung bakteri-bakteri yang berbahaya baik bagi ibu maupun buah hati dalam kandungan, seperti bakteri listeria, E.coli, dan salmonella.

Bakteri Listeria monocytogenes merupakanbakteri yang tahan terhadap efek pembekuan, pengeringan, hingga pemanasan. Bakteri ini menyebabkan penyakit Listeriosis, bisa ditemukan pada daging dan sayuran mentah, susu yang tidak tidak dipasteurisasi (dipanaskan pada suhu 70°C), contohnya susu murni, juga bakteri ini bisa ditemukan pada bahan makanan yang diproses seperti hot dog. Listeriosis akan ditularkan dari ibu ke bayi dalam kandungan. Keluhan yang dirasa bagi ibu jarang berat, biasanya seperti penyakit flu berupa demam, menggigil, nyeri otot, dan kadang-kadang tidak ada keluhan. Tetapi bila menyerang sistem saraf pusat akan menyebabkan nyeri kepala, kaku kuduk bahkan kejang. Sedangkan bagi sang jabang bayi dalam kandungan, listeriosis ini akan membahayakan, karena bisa menyebabkan lahir premature/ dini, keguguran, meninggal dalam kandungan, ataupun sang buah hati bisa terkena penyakit-penyakit yang berbahaya pada saat lahir. Untuk pencegahan sebaiknya cuci semua sayuran dan buah-buahan, masak daging sampai betul-betul matang, hindari konsumsi daging olahan seperti hot dog, minum hanya susu yang sudah dipasteurisasi, membersihkan kulkas secara teratur dan sebaiknya suhu kulkas < 4,5°C. Bakteri Escherichia coli atau yang umum disebut dengan bakteri E.coli merupakan salah satu bakteri yang dapat ditemukan di saluran pencernaan, yang kebanyakan tidask berbahaya, tapi ada beberapa jenis E.coli yang bisa menimbulkan penyakit. Kita bisa terinfeksi karena kontaminasi bakteri pada makanan dan air. Gejala pada ibu berupa kram perut, demam ringan dan diare, pada kondisi infeksi berat keluhannya berupa diare disertai darah atau bahkan gagal ginjal yang bisa menyebabkan kematian. Selain itu bakter E.coli ini bisa menyebabkan infeksi pada saluran kencing. Sedangkan bagi bayi di dalam kandungan tidak pernah ada laporan kalau infeksi bakteri E.coli bisa menyebabkan kecacatan. Tetapi bisa menyebabkan keguguran atau lahir premature karena ibu yang dehidrasi akibat diare. Untuk pencegahan cucilah sayuran dan buah-buahan sebelum diolah atau dikonsumsi, selalu cuci tangan setelah mencuci daging, membersihkan kamar mandi atau setelah memegang binatang peliharaan anda, sebaiknya memasak daging dengan suhu > 71°C, minum susu atau jus yang telah dipasteurisasi dan hindari meminum air pada saat berenang.

Demikian pula dengan bakteri salmonella. Bakteri yang sering kita temukan pada daging dan unggas mentah, susu yang tidak dipasteurisasi, serta telur mentah dan olahannya seperti mayones. Gejala pada ibu hamil berupa demam, nyeri kepala dan nyeri perut. Bakteri salmonella bisa menyebabkan penyakit yang kita kenal tifus. Demam tifoid/ tifus dapat meningkatkan risiko keguguran atau lahir premature, terutama pada saat kehamilan muda. Pencegahannya dengan menghindari konsumsi telur mentah dan olahannya, masaklah telur sampai betul-betul matang, masaklah daging atau unggas sampai betul-betul matang dan selalu minum susu yang sudah dipasteurisasi.

Jadi menjaga kehigenisan makanan yang akan disantap memang menjadi hal yang penting bagi ibu hamil. Dan apabila ada keluhan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sebaiknya segera kontrol ke dokter atau dokter Kandungan anda.

© Copyright IVANSINI 2017. By accessing this website, you agree to this disclaimer.

24/7 CALL CENTER    +62-21 3192 2005