ivansini-kehamilan-jakarta-tips-wanita-lifestyle-kesehatan-01

Persalinan merupakan tahap akhir dari kehamilan. Dimana, terjadinya suatu proses natural yang akan dialami oleh wanita hamil pada umumnya di usia kehamilan 9 bulan (aterm). Kebanyakan pada wanita yang baru pertama kali akan melahirkan seringkali informasi yang didapatkan mengenai proses ini tidak memberikan kenyamanan penuh yang meyakinkan. Pada artikel kali ini akan mengulas tentang bagaimana proses persalinan itu berlangsung dari kacamata medis agar ibu hamil dapat mempersiapkan diri minimal secara mental sebaik baiknya.

Pada akhir kehamilan umumnya akan ada rangsangan hormonal yang akan menimbulkan aktifitas otot rahim secara periodik dan berkala. Gejala ini akan dirasakan oleh ibu hamil sebagai keram dan tegang di rahim yang mempunyai durasi waktu dan ada siklus yang datang hilang timbul. Umumnya proses yang dikenal sebagai proses inpartu akan dimulai dengan gejala kontraksi setiap 10 menit sekali. Pada saat ini setiap kali kontraksi yang berlangsung sekitar 30-40 detik akan di keluhkan wanita sebagai rasa nyeri keram dan tidak nyaman. Saat ini idealnya kontraksi sudah bisa dihitung dan dicatat. Pada saat kontraksi sudah mulai teratur sekitar 1 sampai 2 kali dalam 10 menit anda sudah dapat mulai mempersiapkan untuk pergi ke Rumah Sakit. Di RS Bunda anda akan diminta langsung ke kamar bersalin untuk dievaluasi dan dilakukan pemeriksaan untuk meyakinkan bahwa anda sudah masuk dalam proses persallinan.

Tanda persalinan yang pasti adalah dengan didapatkan pembukaan jalan lahir. Pembukaan jalan lahir akan berlangsung bertahap dari mulai dari mulut rahim yang tertutup sampai dengan pembukaan mulut rahim lengkap (10cm). Ini semua ditemukan melalui pemeriksaan dalam. Proses ini akan memakan waktu sekitar 10-15 jam. Untuk anda yang tinggal di tempat yang jauh dari rumah sakit selama anda datang pada tahap awal tidak perlu ada kekuatiran tentang jarak dan kondisi lalulintas yang tidak menguntungkan.

Tanda lain yang perlu anda ketahui adalah pecahnya selaput ketuban yang gejalanya menyerupai berkemih yang tidak bisa ditahan. Umumnya cairan ini berwarna jernih dan mempunyai bau yang khas. Saat ketuban ini keluar, anda diminta untuk melihat warna air ketuban tersebut dan tanpa tergesa gesa untuk memeriksakan diri ke rumah sakit.

Selain itu terkadang persalinan akan dimulai dengan keluarnya darah lendir ( blood show ). Hal ini umumnya terjadi perubahan dari struktur mulut rahim yang melunak yang akan mengeluarkan lendir dan disertai darah yang berasal dari pembuluh darah cervix. Semua gejala ini bisa datang bersamaan atau tanpa mengikuti urutan yang pasti.

Setelah anda melalui proses persalinan tahap 1 anda akan melalui proses mengedan. Bidan akan membimbing anda dalam proses ini. Posisi yang umumnya dirasakan nyaman adalah posisi supine lithotomy ( terlentang di kasur). Kekuatan kontraksi dan posisi bayi akan merangsang anda untuk mengedan. Anda secara tidak sadar akan melakukan involuntary pushing yang secara natural bertujuan agar kepala bayi dapat keluar mengikuti jalan lahir.

Setelah lahir plasenta akan dilahirkan dan bila orang tua menghendaki penyimpanan darah tali pusat sesaat sebelum dilahirkan darah bisa diambil dari pembuluh darah tali pusat.

Apabila selama persalinan anda merasakan nyeri yang hebat, anda dapat mendiskusikan hal ini dengan bidan atau dokter kandungan untuk diberikan pilihan anti nyeri yang adekuat. Jika diperlukan intervensi medis seperti persalinan vakum, forceps atau sesar, hal ini akan dipertimbangkan dengan melibatkan anda sebagai pasien. Akan ada kondisi tertentu yang sifatnya sangat mendesak yang diperlukan tindakan yang sangat segera, dimana umumnya hal ini jarang terjadi.

Dengan demikian, ibu hamil sangat dituntut untuk cerdas dalam mengenali tanda-tanda persalinan demi keselamatan ibu dan sang calon bayi.

© Copyright IVANSINI 2017. By accessing this website, you agree to this disclaimer.

24/7 CALL CENTER    +62-21 3192 2005